-->

Wudu Rukun Wudu Syarat Wudu Sunnah Wudu

WUDU


Wudu adalah perbuatan menyampaikan air keseluruh anggota wudu yang disertai niat. Wudu diwajibkan bersamaan di wajibkannya sholat lima waktu. Pada malam Istak dan Mikraj Nabi Muhammad saw tepatnya pada tanggal 27 rajab, setahun sebelum Nabi saw berhijrah. Wudu diwajibkan bukan saja kepada umat Nabi Muhammad saw akan tetapi juga pada umat Nabi-nabi yang terdahulu sebelumnya.

Berwudu dengan benar

Wudu memiliki beberapa rukun wudu, syarat wudu, sunnah wudu, dan makruh wudu juga sebagai berikut: 


Rukun Wudu


Rukun wudu atau juga dinamakan fardu wudu, perkara ini ditetapkan melalui nash Al-Qur'an seperti yang tersebut dalam Firman Allah swt yang berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: ''Hai orang-orang yang beriman, jika kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu hingga siku, sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu hingga mata kaki dan jika kamu junub maka mandilah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci) sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur''. (QS.Al-Maidah 6)

Rukun Pertama Niat
Rukun wudu yang pertama ialah niat sebab niat menentukan semua perkara yang dilakukan seperti diterangkan Nabi muhammad saw dalam sabdanya sebagai berikut:

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: ''Dari umar radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ''segala sesuatu perbuatan itu tergantung pada niatnya dan seseorang mendapatkan sesuai niatnya, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang hijrah karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, dan hijrahnya itu sesuai kemana ia hijrah''. (HR.Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah bin Khatab)

Niat mempunyai hakikat, hukum tempat, waktu (zaman), cara (kaifiyah), syarat dan tujuan (maksud). Maka kalau tidak dengan memperbuatnya langsung, atau terlambat maka tidak dinamakan niat tepai cita-cita (azm) hati. Hukum niat wajib, dalam setiap amal perbuatan syara' . Amal ibadah tidak akan sah kecuali dengan niat. Niat di dalam hati dan sunnah dilafaskan dengan lidah.

Rukun yang kedua adalah membasuh muka
Membasuh muka yang wajib dibasuh adalah bagian yang kebiasaannya tumbuh rambut kepala hingga ke bawah akhir dagu dan ujung rahang hingga kepada anak telinga.

Rukun yang ketiga adalah membasuh kedua tangan hingga siku
Rukun membasuh kedua tangan hingga siku, sangat jelas dinyatakan hingga siku, maka dimulai dari ujung jari hingga siku, bukan dari siku sampai ujung jari, ini adalah perbuatan melepas wudu bukan berwudu, jadi sangat jelas untuk di pahami.    
Air wudu


Rukun yang ke empat adalah menyapu kepala
Menyapu kepala atau sebagian rambut kepala adalah menyampaikan air ke kepala sekalipun itu sedikit.

Rukun yang ke lima adalah membasuh kaki
Wajib membasuh kaki dengan benar benar bersih hingga celah-celah kulit yang pecah atau sakit, lubang dan lainya sampai mata kaki.

Rukun yang ke enam adalah tertib
Tertib adalah memulai dari yang awal berurutan hingga yang akhir, tidak bersalahan dari rukun yang ada semisal mendahulukan yang akhir dari pada yang seharusnya.


 Syarat Wudu

Yang dimaksud syarat wudu disni ialah selain dari rukun wudu, namun tergantung sahnya wudu dengan adanya syarat, dan kalau syaratnya tidak ada maka wudunya tidaklah sah. Adapun syarat wudu adalah sebagaiberikut: 

          (1) Islam (beragama Islam)
          (2) Hendaknya air yang dipakai atau dipergunakan untuk berwudu adalah air mutlak.
Baca juga: Air Mutlak
          (3) Orang yang berwudu hendaklah yang sudah mumayiz (yang dapat membedakan yang baik
                dan yang buruk)
          (4) Orang yang hendak berwudu tidak dalam keadaan berhadas besar. 
          (5) Orang yang hendak berwudu tidak ada sesuatu yang menghalangi air mengalir pada
                anggota wudu
          (6) Orang yang hendak berwudu mengetahui yang fardu dan yang sunnah dalam wudu.

          Sunnah Wudu

          (1) Membaca basmalah, 
          (2) Membasuh tangan hingga pergelangan, 
          (3) Berkumur-kumur, 
          (4) Intinsyak (memasukkan air ke lobang hidung), 
          (5) Mengulang basuhan hingga tiga kali
          (6) Membasuh telinga
          (7) Membaca do'a

Berlangganan update artikel terbaru via email: