-->

Penyebab Kehancuran Umat Terdahulu

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita bahwa penyebab kehancuran umat terdahulu adalah akibat dua perkara. Dua perkara tersebut adalah banyaknya pertanyaan yang tidak berguna dan tidak komitmen dengan syari'at Allah Subhanahu wa ta'ala.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sahabat ra. agar tidak banyak bertanya, karena dikhawatirkan (dengan jawaban yang diberikan) justru memberatkan mereka, agar tidak disibukkan oleh hal-hal yang tidak ada gunanya dan sebagai langkah prefentif dari sikap saling bantah yang tidak ada ujungnya.                                                                .......
Penyebab Kehancuran Umat Terdahulu


Baca: Selengkapnya Tentang Hukum Bertanya

Bukhari meriwayatkan dari Maghairah bin Syu'bah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melarang qila wa qol (ucapan yang belum jelas sumbernya) banyak bertanya dan menghamburkan harta. karenanya, kita temui para Sahabat, Muhajirin dan Anshar, tidak menanyakan sesuatu apapun meski mereka ingin mengetahuinya.

Sebagai aplikasi larangan tersebut, mereka generasi terbaik yang menjadikan kehendaknya mengikuti apa yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Atau juga memang mereka tidak perlu bertanya karena mereka hidup bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang segera menyampaikan kepada mereka setiap wahyu yang turun.

Wahyu dari Allah Subhanahu wa ta'ala tidak pernah terputus semasa hidup Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam hingga akhir wafat beliau. Setiap terjadi satu peristiwa, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam segera menjelaskan kepada mereka, berbagai perkara yang mereka butuhkah berkaitan dengan masalah Agama, meskipun tanpa di dahului pertanyaan, sehingga tidak menyebabkan keraguan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman ''Allah menjelaskan kepada kalian, agar kalian tidak tersesat''. (QS.An-Nisa' : 176). Dengan demikian tidak diperlukan lagi adanya pertanyaan, yang diperlukan adalah pemahaman terhadap apa yang datang dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan kemudian merealisasikannya dalam bentuk kongkret.

''Janganlah kamu menanyakan kepada Nabimu hal-hal yang jika diterangkan akan menyusahkanmu''. (QS.Al-Maidah : 101) Ibnu Abbas ra. mengatakan, ''Tunggulah. jika turun ayat Al-Qur'an janganlah kalian bertanya sesuatu karena kalian akan mendapatkan penjelasannya''.
Baca: Selengkapnya Tentang Hukum Beratnya
Orang-orang arab badui dan para utusan dari luar Madinah yang tidak selalu bersama wahyu, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kebolehan untuk mengajukan pertanyaan, dengan demikian mereka bisa mendalami urusan Agama. Kringanan ini menjadikan beberapa orang  (diluar Madinah) untuk tidak hijrah ke Madinah, dengan demikian mereka mendapatkan keringan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam untuk bisa bertanya. Ini pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Baca: Selengkapnya Tentang Hukum Bertanya

Berlangganan update artikel terbaru via email: