-->

Pentingnya Belajar Ilmu Tauhid lanjutan

Tauhid dalam Islam terhimpun di dalam rukun Iman, yaitu: beriman kepada Allah swt., para Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari akhir dan Qadha dan qadhar. Semua Rasul mengajarkan tauhid yang sama kepada umat-umatnya. Di dalam Alqur'an dijelaskan:

Belajar Ilmu Tauhid


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Artinya: ''Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku''. (QS. Al-Anbiya' : 25).

Dalam sejarah Nabi Muhammad saw. beliau diangkat menjadi Rasul ketika berumur 40 tahun, setelah lebih dari 10 tahun menjadi Rasul baru beliau di isra' mi'rajkan, barlah setelah isra' dan mi'raj diturunkan perintah-perintah dalam melakukan ibadah. Dengan kata lain selama selama tidak kurang dari 10 tahun Rasul mengajarkan dan menanamkan tauhid kepada manusia.

Menuntut Ilmu terutama ilmu yang berhubungan dengan Agama sangat diajurkan untuk dipelajari. Secara umum di dalam Alquran dijelaskan:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: ''Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan''. (QS.Al-Mujadalah : 11).

Di dalam hadis Nabi juga menyatakan:

روي عن أنس بن مالك راضي الله عنه :  عن ا نبي صلى الله عليه وا سلام   انه  قال : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ . 

( حد يث  حسن روا ه أحمد وابن ما جه )

Artinya: ''Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra.: Dari Nabi Muhammad saw. Bahwasanya ia bersabda : Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim''. (Hadis Hasan, HR. Imam Ahmad dan Ibn Majah)

Ada ungkapan yang dituliskan di dalam buku-buku, bunyinya adalah :

وكل من بغير علم  يعمل أعمل له مرد و د ة لا تقبل 

Artinya: ''Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, niscaya amalnya ditolak, tidak diterima''.

Ungkapan lainnya:
Artinya: Sesungguhnya pokok dan asas (Agama) adalah mengenal siapa yang disembah (Allah) sebelum melakukan ibadah, dan itulah arti hakikat syahadat itu''.

Ada sebuah kisah yang menjelaskan betapa pentingannya belajar Tauhid. Di dalam hadis di jelaskan yang artinya: Dahulu ada seorang yang tidak memiliki amal sama sekali kecuali Tauhid, ketika ia hendak mati ia berkata kepada keluarganya: perhatikan! kalau aku nanti mati maka bakarlah jasadku sehingga burungpun tidak mau memakannya, kemudian jadikan debu dan lemparkan ke tepi laut ketika angin kencang. Takkala ia mati, keluarganyapun melakukan wasiatnya tersebut. Maka ketika berada dalam genggaman Allah (alam barzakh), Allah swt. berkata: apa yang mendorongmu untuk berwasiat seperti itu ? lantas ia berkata: Ya Tuhan, karena aku takut berjumpa dengan-Mu. Maka Allah mengampuninya karena takutnya kepada Allah, padahal dia tidak pernah melakukan amal kebaikan sama sekali''. (Hadis hasan riwayat Ahmad). Baca Sebelumnya...

Berlangganan update artikel terbaru via email: